Seorang pemuda bakar rumah orangtuanya
Siapapun orangnya pasti menginginkan pernikahan itu dilaksanakan dengan berkesan dan penuh dengan kenangan. Banyak orang mengadakan resepsi pernikahan dengan mewah namun ada juga yang mengadakannya dengan sederhana. Toh, sederhana ataupun mewahnya sebuah resepsi pernikahan juga tak akan mempengaruhi sebuah rumah tangga. Karena yang paling penting dalam sebuah pernikahan itu adalah besarnya rasa cinta diantara mereka.
Namun, ternyata hal lain dialami oleh seorang pemuda di Tangerang. Pemuda berusia 25 tahun ini ingin menikahi pujaan hatinya, namun sayang dirinya tak memiliki banyak biaya untuk mengadakan pernikahan dengan besar-besaran. Pemuda ini pun nekat membakar rumah orangtuanya sendiri.
Bukan hanya membakar tapi pelaku juga sempat berkelahi dengan orangtuanya
Seorang pemuda berinisial RA (25) nekat membakar dan merusak rumah orangtuanya yang berada di Gang Melati, Karang Tengah, Ciledug, Tangerang pada Jumat (6/7/2018) sekitar pukul 23.00. Aksi pembakaran itu dilakukannya karena kesal orang tuanya enggan memberikan uang untuk biaya melangsungkan pernikahannya.
Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto mengatakan, aksi tersebut dilancarkan pelaku pada Jumat, 6 Juli 2018. Pelaku sempat berkelahi dengan orangtuanya sebelum membakar rumah. Tetangga yang mendengar pertengkaran tersebut telah berupaya untuk melerai, tapi pelaku menantang para tetangganya.
Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto mengatakan, aksi tersebut dilancarkan pelaku pada Jumat, 6 Juli 2018. Pelaku sempat berkelahi dengan orangtuanya sebelum membakar rumah. Tetangga yang mendengar pertengkaran tersebut telah berupaya untuk melerai, tapi pelaku menantang para tetangganya.
Pelaku menyiramkan bensin ke rumah orangtuanya
"Pelaku melempar gelas kepada tetangga, saat itu juga pelaku langsung ambil bensin dari tangki motornya bermaksud untuk membakar rumah orang tuanya,"ujarnya Supiyanto.
Supriyanto menyampaikan, usaha para tetangga untuk mencegah pertengkaran itu buntu. RA yang sudah naik pitam, akhirnya menyiramkan bensin beserta pakaian, serta boneka ke rumah orangtuanya.
"Pelaku sudah gelap mata langsung membakar rumah orangtuanya, karena kesal tidak diberi uang buat nikah. Beruntung yang terbakar hanya teras rumah saja, karena warga langsung memadamkan apinya," jelasnya.
"Pelaku sudah gelap mata langsung membakar rumah orangtuanya, karena kesal tidak diberi uang buat nikah. Beruntung yang terbakar hanya teras rumah saja, karena warga langsung memadamkan apinya," jelasnya.
Mencoba merusak rumah tetangga
Tak puas dengan aksi pembakaran yang dilakukan, RA kemudian mengamuk dan mencoba merusak rumah para tetangganya.
"Pelaku yang geram lalu mengejar para tetangganya yang hendak melerai tersebut. Bahkan, rumah tetangganya pun ikut dirusak oleh pelaku. Dua rumah tetangganya dirusak pelaku pada bagian jendela," ungkap Supriyanto.
"Pelaku yang geram lalu mengejar para tetangganya yang hendak melerai tersebut. Bahkan, rumah tetangganya pun ikut dirusak oleh pelaku. Dua rumah tetangganya dirusak pelaku pada bagian jendela," ungkap Supriyanto.
Sementara, RA yang kini telah diamankan polisi membantah melakukan aksi pembakaran. Saat ditanya berapa nominal yang diminta, Supriyanto juga tak menjelaskannya.
"Dia hanya menceritakan pelaku yang melarikan diri dan berhasil ditangkap di wilayah Jakarta Selatan, kami tangkap Selasa 17 Juli 2018, di rumah temannya di Kebayoran Lama pukul 23.00 WIB. Pelaku dijerat pasal 187 KUHP tentang pembakaran secara sengaja, dengan ancaman 12 tahun penjara," tandasnya.
Atas hal tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa korek api, beberapa pakaian yang digunakan pelaku untuk membakar, pecahan gelas, dan kaca jendela, telah diamankan polisi.
"Dia hanya menceritakan pelaku yang melarikan diri dan berhasil ditangkap di wilayah Jakarta Selatan, kami tangkap Selasa 17 Juli 2018, di rumah temannya di Kebayoran Lama pukul 23.00 WIB. Pelaku dijerat pasal 187 KUHP tentang pembakaran secara sengaja, dengan ancaman 12 tahun penjara," tandasnya.
Atas hal tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa korek api, beberapa pakaian yang digunakan pelaku untuk membakar, pecahan gelas, dan kaca jendela, telah diamankan polisi.